Traktir

Bikin seporsi rendang lokan, ada kisah mengancam nyawa dibaliknya

Siapa sih yang nggak tahu sama rendang ? Kuliner Padang ini dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia lho. Tak sedikit rumah makan Padang hingga restoran berbintang yang menyajikan menu rendang. Jenis rendang yang biasa dijumpai ialah rendang daging kerbau, ayam, kambing, jamur dan lain sebagainya. Tapi, pernahkah kamu mencoba rendang yang menggunakan bahan dasar kerang ? Hidangan ini adalah Rendang Lokan yang juga berasal dari kota Padang, provinsi Sumatera Barat.

Bahan baku Rendang Lokan

Kuliner ini terbuat dari lokan, sejenis kerang muara dengan cangkang lebar yang kemudian diolah dengan bumbu rempah khas rendang. Bagi masyarakat Padang, lokan memang sering dimasak jadi berbagai hidangan, mulai dari gulai, sate, dan bumbu balado.

Rendang lokan. Foto: Instagram

Perlu diketahui, lokan merupakan hewan kerang yang habitatnya berada di muara atau lumpur. Lokan memiliki ciri khas tubuh yang berdaging tebal, kenyal, dan bercangkang keras.

Rendang lokan ini memiliki rasa yang lezat dengan paduan daging lembut dan wangi aroma rempah. Tak hanya itu, rendang lokan juga dianggap lebih sehat daripada rendang daging, karena kandungan protein hewani dan asam aminonya jauh lebih lengkap guys.

Bahaya mengintai

Rendang lokan akan mudah dijumpai di pinggiran pantai barat Sumatera wilayah pesisir selatan. Hal ini juga dikarenakan para nelayan pemburu lokan yang bertempat tinggal diwilayah itu. Sayangnya, perlu usaha besar dalam berburu lokan lho…

Dibutuhkan kerja keras dan keberanian karena lokan yang harus diambil berada di bawah kedalaman 5-10 meter dalam lumpur. Selain itu, bahaya lain yang mengancam adalah keberadaan buaya muara yang bisa sewaktu-waktu menggigit sang penyelam.

Oleh karena itu, diperlukan penyelam handal dan kegiatan ini biasa dilakukan pagi hingga siang hari saat buaya sedang beristirahat. Bahkan sebelum mencari lokan, biasanya ada prosesi meminta izin dengan berkata “Inyiak, datuk permisi, ambo ka mancari makan.”

Menurutnya, permohonan izin diperlukan karena buaya dianggap sebagai makhluk yang sangat dihormati bagi rakyat Minang. Jika sudah, selanjutnya daging lokan harus dikeluarkan dari cangkangnya dan ditusuk dengan jarum bertali sebanyak 5 lokan.

Nantinya daging lokan akan dimasak dengan bumbu seperti jahe, lengkuas, kunyit, serai, kemiri, daun salam, daun jeruk, cabai, bawang merah, bawang putih, dan tentunya santan. Nah, santannya ini biasa diambil dari kelapa pinggir pantai. Hal ini dikarenakan memiliki rasa yang cenderung manis dan hasil perahannya cukup banyak.

Proses memasak rendang lokan juga lebih singkat daripada rendang daging biasanya. Karena tidak perlu dimasak hingga hitam, cukup sampai berbubah warna kemerahan dan memasaknya pun menggunakan tungku kecil kayu bakar.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button