Kaki Lima

Cerita Anies Baswedan nongkrong di warkop milik ‘saudara’ satu kampung

Sejak lama, warung kopi alias warkop menjadi pusat interaksi dan berbagi cerita. Namanya kini sudah beragam, mulai dari cafe sampai coffee shop. Tapi yang klasik dengan sajian khas Indonesia masih diminati.

Anies Baswedan ternyata juga senang nongkrong di warkop. Dia mengunjungi salah satu warkop di bilangan Jl. Cipete Raya bersama anaknya. Pengalamannya itu dibagikan oleh si Gubernur DKI Jakarta itu melalui laman Instagram pribadinya, Minggu 14 Maret 2021.

Warkop milik saudara satu kampung

Anies menyambangi Warkop Parahyangan, Putra Kuningan. Seperti hidangan warung kopi lain, tempat ini menjual bubur kacang hijau, mie instan, sampai bubur ayam.

Anies bilang, dari cara mengatur stok mie instan sudah ketebak kalau pemiliknya berasal dari Kuningan, Jawa Barat. “Saat ngobrol dengan penjualnya, dia cerita bahwa memang berasal dari Ciawi-Gebang, di Kuningan. Ngobrol singkat tapi langsung tersambungkan, dan dia tahu bahwa keluarga kami di Cipicung, Kuningan,” katanya.

Anies Baswedan makan di warkop. Foto: Instagram
Anies Baswedan makan di warkop. Foto: Instagram

Mantan Menteri Pendidikan tersebut memang dilahirkan dan besar di Kuningan, Jawa Barat. Dia pun kembali nostalgia masa kecilnya. “Salah satu pengalaman mengesankan di Kuningan adalah masa kecil main di Sungai Citamba, ikut para pencuci benang yang bekerja di usaha kakek yaitu membuat sarung tenun ATBM.”

Dia menambahkan kalau orang-orang dari seluruh penjuru datang dan berusaha untuk masa depan yang lebih baik di Jakarta. Maka enggak heran, di Ibu Kota lazim ditemui jenis kegiatan usaha dan profesi yang didominasi oleh warga dari daerah tertentu.

“Teruslah semua berkiprah, memajukan Jakarta dan tetap membawa dampak bagi keluarga di kampung halaman,” sambung Anies.

Warung kopi tertua di Jakarta

Warung kopi kini menjamur di seluruh penjuru Jakarta. Budaya ngopi memang sudah mengakar sejak zaman kuno, tepatnya empat abad lalu. Dikutip dari coffeeland.co.id, kedai kopi muncul ketika India mengirimkan biji kopi Yemen atau biasa dikenal dengan Arabica kepada Pemerintahan Belanda di Batavia pada tahun 1696.

Menu di Warung Tinggi Tek Sun Ho. Foto: travelingyuk.com

Ada salah satu kedai kopi yang terbilang legend. Adalah Warung Tinggi Tek Sun Ho yang sudah ada sejak tahun 1878. Sebelumnya, kedai kopi ini bernama Tek Sun Ho yang didirikan oleh Liaw Tek Soen.

Hingga kini, kedai tersebut sudah dikelola lima generasi selama lebih dari 100 tahun. Menu kopi yang terkenal adalah kopi jantan dan kopi betina. Kopi jantan memiliki rasa yang sangat keras serta berkhasiat meningkatkan vitalitas, sedangkan kopi betina banyak disukai oleh anak muda.

Seiring perkembangan zaman, kedai ini sudah memasarkan produk kemasannya ke supermarket, hotel, dan perkantoran bahkan hingga ke Jepang dan Amerika Serikat.

Namanya kini berubah menjadi Koffie Warung Tinggi yang berlokasi di Jl. Sekolah Tangki No. 26, Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button