Traktir

Dendeng batokok dengan sambal lado mudo dan petai khas Minang

Hallo sahabat kulinear, kalian pasti familiar dengan kuliner satu ini. Bener banget, namanya dendeng batokok. Dendeng batokok sambal lado pasti ada di setiap rumah makan Padang. Ngomong-ngomong kalian tahu nggak kenapa rumah Padang banyak tersebar di wilayah Nusantara?

Awal mula rumah makan Padang tersebar di Nusantara

Ternyata nih, karena banyak orang Minang yang merantau Untuk mencari ilmu dan membuka restoran Padang. Harapannya keberadaan restoran Padang bisa mengurangi kerinduan kampung halaman.
Kalau di Solok Selatan dendeng batokok dibuat dengan sambal lado Mudo atau cabai hijau. Rasa dagingnya empuk dan cabai hijaunya menggugah selera. Semakin mantap kalau disantap dengan sambal lado petai.


Sahabat kulinear, dendeng batokok dibuat dari daging sapi bagian has dalam. Karena tesktur dagingnya lebih lembut dan empuk. Sedangkan sambal lado mudo dibuat dari cabai hijau keriting.
Teknik mengulek sambal lado hijau khas Minang harus beserta bawang merah supaya warna hijau cabai tidak cepat menghitam.


Daging sapi terlebih dahulu harus diungkep dengan bawang putih, jahe dan lengkuas lalau direbus sekitar 45 menit.
Kalau kalian tidak punya daging bagian has dalam, bisa kok diganti dengan bagian paha sapi. Setelah direbus daging dipukul-pukul dengan ulekan. Nah, proses inilah yang disebut daging batokok.

Apa artinya batokok?

Dalam bahasa Minang batokok maksudnya tokok yang artinya pukul, yaitu daging dipukul-pukul dengan batu hingga lembut. Proses tokok ini agar bumbu bisa meresap sempurna kedalam daging sapi. Tidak lupa juga dengan tambahan perasan jeruk nipis supaya rasanya segar.
Serat daging yang sudah pecah bisa memudahkan bumbu meresap sempurna. Supaya tekstur daging lebih kering dan mengeluarkan aroma harum, kalian harus lakukan proses pembakaran selama 30 menit.

Dendeng batokok dengan sambal lado mudo

sambal lado mudo.foto: Instagram

Dendeng batokok awalnya berasal dari bukit tinggi Sumatera Barat. Makanan ini biasanya disajikan sebagai lauk sehari-hari. Dendeng batokok juga cocok dijadikan bekal ketika bepergian, karena olahan ini dapat bertahan lama.

Dalam penyajiannya, dendeng batokok tinggal lumuri dengan sambal lado Mudo. Ets tapi tunggu dulu, dendeng batokok lebih mantap kalau disantap dengan sambal lado petai.
Sambal lado berasal dari dua kata, yaitu sambal yang artinya lauk pauk, sedangkan lado berarti cabai. Jadi, sambal lado adalah lauk dengan bahan dasar cabai.

Dendeng batokok dengan sambal lado petai

Bahan untuk membuat sambal lado petai terdiri dari ulekan cabai merah dan bawang merah, kemudian ditumis bersama gorengan telur puyuh, petai dan bahan pelengkap lainnya.
Sebagian orang tidak suka petai karena baunya yang khas. Tapi petai yang diolah ala masakan Minang justru bisa bikin nagih tuh.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button