Traktir

Gado-gado disiram kuah bakso, makanan teraneh di Tangerang

Gado-gado atau karedok memang nikmat disantap dengan tambahan kerupuk atau nasi. Tapi, apa rasanya jika makanan itu ditambah dengan bakso.

Makanan unik ini ada ditemukan di sebuah perkampungan di wilayah Tangerang. Letaknya memang di tempat yang agak terpencil, tapi warung ini selalu laris oleh pembeli.

Food Vlogger pemilik kanal Youtube Mgdlenaf pun menelusuri Tangerang untuk menemukan tempat makan ini. Nama warungnya adalah Bakso Ibu Emi.

Bakso uleg, Foto: Youtube
Bakso uleg, Foto: Youtube

Menurut penuturan sang pemili, Ibu Emi, orang-orang sekitar lebih mengenal bakso jualannya dengan nama bakso uleg atau bakso karedok.

Sajian buatannya memang hampir belum pernah ada di Indonesia. Gado-gado dan karedok dihidangkan dengan disiram kuah bakso berikut baksonya.

“Ini makanan khas apa yang bilangnya?” tanya Magdalena.

“Kresek,” jawab Ibu Emi.

Sayuran dipetik sendiri

Bakso Bu Emi biasa buka mulai dari jam 10.00 hingga menjelang sore. Pada akhir pekan biasanya dagangannya sudah habis dibeli sebelum waktu Ashar.

Menu spesial yang ditawarkan tentu saja gado-gado atau karedok yang disiram kuah bakso. Semua bahan-bahan yang digunakan untuk makanan di warungnya dibuat sendiri oleh Ibu Emi.

Bahkan sayuran yang digunakan untuk membuat gado-gado maupun karedok dipetik sendiri sebelum dimasak.

Bakso uleg, Foto: Youtube

Bumbu makanannya terbuat dari bumbu kacang yang diulek dengan cabai dan bawang putih. Tapi, yang membuat rasanya menonjol adalah tambahan air jeruk limau yang segar.

Sebenarnya, kamu bisa memesan gado-gado dan bakso secara terpisah. Tapi, menyantap makanan berbumbu kacang dengan gurihnya kuah kaldu bakso tentu menjadi pengalaman baru yang patut dicoba.

“Ini satu porsi yang gado-gado yang super pedes pakai bakso itu cuma Rp15.000 saja. Kalian bisa dapat bakso gede, bakso selimut, bisa pilih ada bakso selimut, mercon, bakso yang biasa,” jelas Magdalena.

Baksonya pun memiliki ukuran yang tebal, lalu diselimuti dengan telur. Menurut Magdalena, dagingnya cukup terasa tapi sayangnya komposisi tepungnya lebih banyak dari daging.

“Tapi, what to expect lah ya harganya cuma Rp15.000 udah bisa dapet bakso segede gini. Worth it banget,” katanya.

Ketika disantap bersama dengan gado-gado, Magdalena pun menilai rasanya tidak terlalu aneh. Rasa gado-gadonya juga masih kental terasa, tidak tertutup oleh dominasi rasa kuah kaldu bakso.

“Jadi dia gado-gado tapi versi encernya. Gak ada yang aneh kok,” katanya lagi.

Penyajiannya, sekilas terlihat mirip seperti bakso biasa. Ada bihun lalu taburan bawang goreng di atasnya.

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button