Traktir

Kaldu kokot sajian unik dengan campuran bubur kacang hijau khas Sumenep

Sahabat kulinear, udah pernah coba bubur kacang hijau tapi dimasak dengan kokot atau kaki sapi? Kalau biasanya kan, bubur kacang hijau disantap bersama santan kental. Tapi, hidangan satu ini unik dihidangkan bersama kaldu kokot, wah kira-kira rasanya bakalan cocok nggak ya? Nah, simak ulasannya berikut.

Kaldu kokot khas Madura

Sahabat, kaldu kokot merupakan kuliner unik khas Madura. Kokot sendiri adalah kaki bagian bawah sapi dan kambing. Kalau kita lebih akrab dengan sebutan kikil. Kuliner ini termasuk dalam jenis sop kikil yang kental. Uniknya makanan khas ini menggunakan bubur kacang hijau sebagai campurannya.

Hidangan ini memang paling cocok untuk kalian yang akan beraktivitas sepanjang hari. Karena mengenyangkan dan mengandung nutrisi. Bagi masyarakat Sumenep hidangan kaldu kokot sering disantap untuk sarapan pagi.

Tapi, kalau kalian ingin mengkonsumsinya sebagai makan siang atau malam juga tetap nikmat kok. Makanan ini sebenarnya mirip dengan bubur kacang hijau, tapi dalam versi yang gurih dan berbumbu.

Pelengkap petis tidak boleh ketinggalan

Sajian kaldu berasal dari bahasa Madura yaitu dari kata “ekakal” dan “esodu”. Ekakal artinya menggodok atau merebus. Sedangkan esodu artinya disendok. Jadi, sajian kaldu mengandung arti segala masakan yang direbus lama, kemudian menyantapnya dengan cara disendok.

Masakan kaldu kokot biasanya dihidangkan bersama irisan lontong, dan perkedel singkong. Kuliner ini tidak disajikan bersama nasi, melainkan lontong karena sudah akrab dengan hidangan khas Madura. Kuliner lezat ini harganya terjangkau karena masih dibawah 50 ribuan. Untuk satu porsi sajian yang melimpah ini kalian hanya perlu siapkan uang sebesar 30 sampai 40 ribu rupiah saja, harga tersebut sudah termasuk tulang kakinya. Kalau tanpa kokot harganya sekitar 10 sampai 15 ribu rupiah, murah banget kan?

Sahabat kulinear, ada yang nggak boleh ketinggalan nih yaitu petis khas Madura. Sajian unik ini juga lebih mantul dan nikmat kalau disantap bareng petis. Pasalnya, petis merupakan olahan yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Madura lho. Bahkan, hampir setiap masyarakat disini menggunakan petis sebagai campuran kaldu kokot.

Petis ikan merupakan ciri khas masyarakat Sumenep. Karena selalu ada untuk menambah citarasa pada masakan. Petis dari Madura terbuat dari ikan atau udang yang dimasak sampai mengental dan pekat. Untuk citarasanya sedikit asin dan tidak amis, asin tersebut berasal dari kaldu pindang ikan. Sehingga sering menjadi campuran berbagai masakan.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button