Resep

Kue Bika Padang, bukan Bika Ambon, tapi manisnya pakai gurih bikin nagih

Camilan yang satu ini ini termasuk camilan legendaris. Camilan yang bikin urang awak diranto jadi rindu kampung halaman. Namanya Bika kue khas Minang, Padang. Tapi bukan Bika ambon, lho…

Rasanya jelas beda, teksturnya pun berbeda. Rasanya mirip wingko babat, hanya kelapanya lebih terasa, jadi nuansa gurih lebih terasa. Tiga ini juga lebih kenyal.

Aslinya dibungkus dengan daun jati, yang aromanya sungguh luar biasa, pada saat keluar dari panggangan. Kuliner ini juga terkenal dengan sebutan Bika panggang. Soalnya proses pembuatannya dipanggang pada oven tradisional dengan bahan bakar sabut kelapa, yang Bahkan diletakkan diatas oven. Sehingga pembakaran dari bawah dan atas lebih sempurna.

Manis dan gurih kuliner khas Padang ini, membuat orang Minang dirantau tak tega meninggalkan. Nyatanya kuliner ini bisa ditemui di banyak tempat di Jakarta dan sekitarnya.

Misalnya di Tanah Abang, ada kedai Bika Padang. Depan Kampus UPI Serang juga ada. Pasar Cipulir tempat jualan kuliner ranah Minang pun tersedia. Demikian juga pada Food court anjungan Taman Mini Indonesia Indah. Wah…  Wah… Cukup banyak pilihan ya.

Camilan ini cocok sekali dimakan pada saat berbuka puasa sebagai menu takjil. Atau pada hari biasa dinikmati sebagai teman minum teh sore hari atau ngopi, nikmat sekali.

Inovasi lainnya, kuliner ini ada varian dengan bahan baku pisang. Rasanya lebih manis dan wangi. Mungkin di lain kesempatan bakal muncul Bika berbahan ubi jalar atau Taro.

Ini resep leluhur untuk membuat bika Padang. Jadi masih asli, ya.

Bahan Bika Padang

  • 500 gram tepung beras
  • 300 gram tapai singkong
  • 200 gram gula pasir
  • 600 ml santan
  • 300 gram kelapa parut
  • 2 sdt baking powder

Cara Membuat

  1. Masukkan tepung beras ke dalam wadah yang dapat menampung adonan, campurkan tapai singkong yang dihaluskan sebagai bahan ragi, dan gula pasir, lalu aduk-aduk lah hingga rata.
  2. Tuanglah santan sedikit-sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur rata, dan tidak menggumpal
  3. Tambahkan kelapa parut dan baking powder sebagai bahan pengembang, lalu aduk hingga rata. Diamkan selama 15 sampai 30 menit.
  4. Siapkan cetakan muffin, alasi dengan paper cup. Tuang adonan ke dalam cetakan, lalu panggang di dalam oven hingga matang. Angkat, lalu sajikan.

Cukup sederhana ya cara bikinnya. Pokoknya anti gagal dan anti ribet deh.
Cuss, cobain. Dan nikmati kelezatannya bersama keluarga atau teman temanmu.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, silahkan follow Kulinear  (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button