Traktir

Kue lumpang legendaris yang manis dengan aneka warna cantik

Sahabat kulinear, ada kue tradisional dari Palembang yang membuat kita tertarik karena tampilan warna yang cantik. Namanya adalah kue lumpang, kue cantik termasuk kue yang sudah jarang ditemukan lho. Wah sayang banget nih, padahal kue ini enak dan lembut banget lho.

Kue lumpang ada sejak puluhan tahun lalu

Foto: Instagram

Sahabat kulinear, dari segi bahan, tekstur dan bentuknya mirip dengan kue talam yang ada di Jawa. Disebut kue lumpang karena pada bagian tengah kue ini terdapat cekungan atau lumpang. Lumpang adalah alat tradisional yang digunakan untuk menumbuk padi.

Pada zaman dulu lumpang sering digunakan masyarakat untuk memisahkan beras dari padi. Sahabat, kue legendaris ini diperkirakan sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu lho, kira-kira 80 tahunan. Karena kue ini sudah jarang ditemukan, gimana kalau kita intip proses pembuatannya yuk, biar kita bisa buat sendiri di rumah.

Menggunakan campuran kapur sirih

Nah, bahan utama yang digunakan adalah tepung beras, tepung maizena atau jagung, kelapa parut yang sudah dikukus sebelumnya, air gula aren, air gula pasir, dan kapur sirih. Langkah pertama adalah campurkan dahulu tepung beras dan air gula pasir. Kemudian campurkan tepung maizena, dan sedikit kapur sirih.

Selanjutnya, bagi adonan menjadi beberapa bagian dan beri masing-masing pewarna, seperti gula aren sebagai pewarna cokelat dan bisa juga tambahkan warna-warna pelangi. Tinggal dituangkan kedalam cetakan dan kukus hingga matang.

Sahabat, tepung beras ini biasanya digunakan untuk membuat beragam kue basah dan tradisional termasuk kue lumpang. Untuk penggunaan kapur sirih jangan terlalu banyak ya, karena bisa mempengaruhi rasa nantinya.

Tekstur adonan kue ini sedikit cair dan tidak butuh waktu lama untuk mengukusnya, kira-kira 15 menitan saja. Oh iya sahabat, uniknya cekungan pada kue lumpang tidak berasal dari cetakannya lho. Melainkan, didapatkan dari campuran kapur sirih tadi.

Nah, kalau kue sudah matang tinggal disajikan dengan taburan kukusan kelapa parut. Parutan kelapa yang dikukus ini bisa membuatnya lebih tahan lama dan menambah sensasi gurih pada kue. Selain manis karena ada tambahan air gula aren dan gula pasir, teksturnya kue ini juga kenyal, padat dan lengket.

Pada awalnya, kue tradisional ini hanya memiliki dua warna saja yaitu hijau dan cokelat yang berasal dari warna-warna alami. Tapi seiring perkembangan zaman, kue ini menjadi beraneka warna yang cantik dan menarik.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, silahkan follow Kulinear  (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button