Traktir

Kue Mendut kenyal manis dan gurih khas Temanggung yang mulai langka

Sahabat, udah pernah coba jajanan jadul yang berwarna-warni belum? Jajanan ini namanya kue Mendut. Kue ini biasanya memiliki dua warna yaitu merah dan hijau. Pemilihan warna ini bukan tanpa sebab lho, pasalnya setiap warna ini memiliki makna tersendiri. Nah, kalau warna merah memiliki makna berani, sedangkan hijau bermakna keseimbangan dan kedamaian. Bukan hanya itu saja, isian unti kelapa berwarna putih juga memiliki makna kesucian.

Kue Mendut dan maknanya


Kue mendut merupakan kue bulat dan manis yang berasal dari kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Sahabat, kue ini zaman dulu selalu menjadi incaran saat ada acara pesta atau hajatan di kabupaten Temanggung. Sayangnya nih, kue kenyal ini sekarang sudah termasuk jajaran jadul yang mulai langka. Padahal, citarasanya nggak kalah dengan kue kekinian. Jadi, kalau kalian ingin makan kue ini, harus usaha bikin sendiri. Tenang sahabat, penulis akan kasih tahu proses pembuatan kue ini. Simak penjelasannya ya.

Proses pembuatan


Sahabat kue ini terbuat dari bahan-bahan seperti kelapa parut yang sudah tua, tepung ketan, garam, gula pasir, pewarna makanan merah dan hijau, serta daun pandan, daun pisang, dan tusuk lidi.


Pemilihan kelapa tua disini karena santan yang dihasilkan lebih banyak dan kental. Penggunaan kelapa parut juga lebih banyak ya, karena nantinya akan dibuat menjadi unti kelapa dan saus santan. Untuk membuat unti kelapa cukup mudah, kalian siapkan panci berisi sedikit air lalu masukkan gula pasir dan kelapa parut.

Kemudian aduk-aduk terus sampai gula mencair, tinggal dibuat jadi isiannya deh.
Selanjutnya, untuk adonan kuenya, tinggal uleni tepung beras ketan dengan sedikit air sampai kalis. Lalu bagi adonan menjadi dua bagian untuk diberikan pewarna makanan yaitu merah dan hijau. Setelah itu, bentuk adonan pipih lalu isi dengan unti kelapa. Kemudian bulat-bulat adonan dan bungkus dengan daun pisang lalu tuangkan santan kental, potongan daun pandan dan tusuk dengan tusukan lidi. Setelah itu, kukus sampai matang deh.


Sahabat, dari segi bentuk, bahan dan pembuatannya mirip dengan kue bugis ya. Hanya saja, untuk kue bugis, penggunaan santannya adalah ketika proses menguleni adonan. Sedangkan kue mendut penggunaan santannya saat proses mengukus. Untuk mengukus kue ini juga tidak terlalu lama, cukup 15 menit sudah bisa diangkat. Masyarakat pulau Jawa, pasti familiar dengan kue ini, citarasanya kenyal, manis dan gurih menjadikannya kesukaan banyak orang.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button