Resto

Kuliner ayam kalkun dan resep ayam kalkun guling

Di Desa Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, memang dikembangkan peternakan ayam kalkun berkonsep Agrowisata namanya, Rumah Kalkun. Dan, terbilang sudah cukup lama beroperasi. Memelihara kalkun, termasuk menguntungkan lohh.. perawatannya mudah dan pasarnya masih terbuka luas. Kalkun memiliki daging yang memberikan cita rasa khas pada masakan. Tapi kali ini, kita buat Ayam Kalkun Guling aja yukk… pasti rasa kuliner ayam kalkun istimewa banget

Resep kuliner ayam kalkun guling

kalkun guling, foto : instagram

Bumbu-bumbu yang diperlukan :

  • Bawang Putih
  • Bawang merah
  • Kunyit
  • Serai
  • Jahe
  • Lengkuas, dan
  • Garam

Cara pembuatan :

  • Tumbuk semua bumbu hingga tercampur dan halus sempurna
  • Kemudian, lumuri semua bagian Ayam Kalkun menggunakan bumbu halus tadi
  • Biar empuk, rebus terlebih dahulu Ayam Kalkunnya
  • Baru deh, dipanggang diatas bara api sambil sesekali dilumuri saus kecap
  • Jika sudah berwarna sedikit gosong dan agak kecoklatan, angkat Ayam Kalkunnya dan siap untuk disajikan

Daging kalkun cenderung empuk. Selain nikmat, daging Ayam Kalkun juga sehat. Soalnya, kandungan lemaknya terbilang rendah. Per ons daging, memiliki kandungan lemak sebanyak 1 gram saja. Daging kalkun, juga mengandung kalium, fosfor, seng, dan besi. Kandungan tersebut dapat membantu perkembangan imunitas dalam tubuh.

Kalau foodies malas buat mengolah sendiri, foodies bisa mampir kesini loh.. di Desa Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Disini, menyediakan berbagai macam olahan daging kalkun. Ada nasi goreng kalkun, bakso kalkun, sate kalkun, steak kalkun, dan sampai yang paling mahal adalah kalkun guling utuhnya. Disini juga menyediakan the daun kelor yang berkhasiat membangkitkan stamina dan kebugaran tubuh.

Restoran ini memiliki peternakan kalkun sendiri loh, jadi daging kalkun yang disediakan daging kalkun fresh yang diambil dari hasil peternakannya. Dalam sehari, kalkun diberi makan tiga kali. Yaitu, pagi, siang, dan sore. Pada saat pagi diberi makan pukul 07.00 WIB dengan menu dedak jagung atau dedak ikan. Jika ada, dicampur dengan enceng gondok. Pada saat siang, pukul 12.00 WIB menunya sayur-sayuran seperti daun singkong, daun pisang, dan daun papaya. Selanjutnya sayurannya di cacah hingga lembut dan disiram air panas. Pada sore hari, pukul 16.00 WIB menunya sama dengan menu makanan pada pagi hari. Peternakan ayam kalkun ini cukup dikenal masyarakat. Banyak orang dari Bandar Lampung dan kota lain memesan ayam kalkun yang masih hidup ataupun yang berbentuk daging. (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button