Traktir

Nasi liwet merakyat yang sudah ada sejak dulu hingga kini

Di Indonesia memang banyak sekali olahan nasi yang ada. Beda daerah, beda pula sajian nasi yang dihidangkan. Nasi nasi tersebut memakai beras pada umumnya, tapi dimasak dengan bumbu rempah tertentu, sehingga menghasilkan nasi putih beraroma wangi dan gurih. Salah satu contohnya yaitu nasi liwet. Ini adalah nasi gurih yang dimasak dengan kelapa, disajikan dengan sayur labu siam, daging suwir, dan areh (bubur gurih dari kelapa). Itulah hidangan nasi liwet merakyat.

Nasi liwet. Foto: Instagram

Nasi liwet Solo dan Sunda

Namun, hingga sekarang belum diketahui secara pasti darimana asal nasi liwet ini, ada 2 sumber berbeda mengatakan kalau nasi liwet berasal dari Solo, dan ada pula yang bilang dari Sunda. Intinya tetap ada perbedaan antara nasi liwet di kedua daerah ini.

Nasi liwet Solo mulai dikenal di daerah Baki, Kabupaten Sukoharjo pada tahun 1934. Masyarakat Solo kerap kali menjadikan nasi liwet sebagai hidangan sarapan atau makan siang, sebab memang banyak dijual di warung lesehan atau dijajakan keliling dengan bakul bambu oleh ibu ibu yang menggendongnya tiap pagi. Nasi liwet lesehan yang paling terkenal di Solo yaitu di daerah Keprabon yang hanya buka saat malam hari. Sentra pedagang nasi liwet lainnya dapat ditemukan di Desa Duwet dan Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sidoharjo.

Perbedaan mencolok antara nasi liwet Solo dan Sunda terletak pada bahan yang dipakai, nasi liwet Sunda tidak memakai santan layaknya pada nasi liwet Solo. Berbeda dengan nasi liwet Solo, pada awalnya nasi liwet Sunda hanya untuk bekal para pekerja lokal yang bekerja di kebun dengan tujuan penghematan. Selebihnya selain itu, nasi liwet Solo dan Sunda merupakan 2 hal yang sama.

Nasi liwet merakyat yang tetap eksis hingga kini

Nasi liwet sendiri berasal dari kata “ngliwet” yang biasa dilakukan masyarakat. Jika zaman dulu ngliwet masih berupa menanak nasi dalan katel yang dipanaskan dengan kayu bakar. Sekarang aktifitas menanak nasi bisa jadi lebih mudah dengan menggunakan rice cooker.

Nasi liwet biasa disajikan di atas daun pisang tanpa piring dengan tujuan mempertahankan aroma dan cita rasa dari nasi liwet. Aneka lauk yang ditawarkan di warung nasi liwet diantaranya telur rebus, sambal goreng hati, tempe dan tahu bacem, ikan asin, telur dadar, petai, kacang, sambal, lalapan, dan taburan bawang goreng serta cabai yang besar besar.

Hingga sekarang, nasi liwet tetap menjadi pilihan banyak orang untuk dijadikan hidangan sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Selain karena rasanya yang lezat, dengan mengeluarkan budget sekitar 4000 hingga 10.000, kita sudah mendapat seporsi nasi liwet.

Itulah ulasan tentang nasi liwet merakyat, yang demikian digemari berbagai lapisan usia. Untuk kuliner inspiratif lainnya, silahkan follow  Kulinear. (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button