Traktir

Nasi tutug oncom khas Tasikmalaya, muncul sejak perang tahun 1930-an

Nasi tutug oncom Tasikmalaya sudah menjadi ciri khas menu sarapan pagi, pantas saja nasi tutug oncom mudah dijumpai. Nasi tutug oncom adalah kuliner tradisional khas Nusantara dari Jawa barat.

Kuliner Nasi tutug oncom merupakan kuliner dengan perpaduan nasi dan oncom. Oncom sebagai bahan utamanya harus memiliki kualitas yang baik, karena mempengaruhi rasa dari nasi tutug oncom nantinya. Warga Tasikmalaya biasa menyebut nasi tutug oncom dengan sebutan nasi T.O. sedangkan tutug dalam bahasa Sunda artinya menumbuk. Sekarang tutug oncom dapat dibawa untuk oleh-oleh, karena tersedia kemasan instan yang dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

nasi tutug oncom. foto: Instagram


Cara membuat nasi tutug oncom sebelumnya oncom disangrai dengan bumbu seperti kencur, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, bawang putih, aduk sampai rata.

Manfaat nasi tutug oncom

Oncom mengandung natrium nabati sebagai pengganti protein hewani, menu ini juga mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, zat besi dan vitamin. Manfaatnya bisa mencegah perut kembung, menjaga sistem pencernaan dan mengurangi kolesterol. Dan yang paling penting, rasanya enak banget. Bisa membangkitkan selera makan.

Sahabat kulinear, oncom merupakan kuliner populer di Tasikmalaya, Jawa barat. Kuliner ini, hasil fermentasi dari beberapa jenis jamur. Bahan utamanya ampas tahu atau bungkil kacang tanah. Kedua bahan ini bisa menciptakan warna oncom yang berbeda.

Sejarah nasi tutug oncom

Nasi tutug oncom. Foto: Instagram


Katanya nih, nasi tutug oncom adalah kuliner dari Jawa barat yang lahir pada masa sulit. Saat itu, bangsa Indonesia sedang mengalami masa perang pada tahun 1930-an. Karena banyak mengandung protein, nasi tutug oncom dibuat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Dikutip dari wawancara Fadhly Rahman seorang sejarawan kuliner, menceritakan sejarah dari lahirnya nasi tutug oncom.

Beliau berkata bahwa masyarakat pada masa sulit atau perang, itu biasa mencampurkan tutug oncom dengan nasi. Karena oncom memiliki kandungan protein nabati yang dalam penelitian para ahli nutrisi pada masa sulit, itu dikatakan memiliki nilai yang sebanding dengan protein hewani. Itulah alasan mengapa selain tempe, oncom juga dijadikan sebagai pengganti protein hewani. Karena daging pada saat itu sangat sulit, jadi orang – orang beralih ke oncom atau bahan – bahan dari kedelai.


Nah, itu dia sejarah singkat dari nasi tutug oncom. Kalau dulu, nasi tutug oncom hanya di nikmati oleh kalangan sulit saja tapi sekarang kuliner ini disukai dan pastinya jadi hidangan favorit oleh semua kalangan.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, silahkan follow Kulinear  (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button