Kaki Lima

Pindang kambing Wonogiri di warung Mbah S wesinem eksis sejak tahun 80-an

Ada olahan dari kambing yang wajib kalian coba. Bisa nih buat referensi saat momen Idul Adha. Ketika stok daging kambing yang melimpah, jadi bingung mau dimasak apa. Nah, pindang kambing Wonogiri cocok dinikmatin bareng keluarga.


Sahabat kulinear, pindang kambing tidak hanya dari Garut saja, bahkan Wonogiri juga punya lho. Pindang kambing Wonogiri yang paling populer ini bisa kalian jumpai di kecamatan Ngadirojo, tepatnya di warung makan Mbah sinem yang sudah beroperasi sejak tahun 80-an lho.

Pindang kambing Wonogiri ramai saat Idul Adha


Dari dulu hingga sekarang warung makan legendaris mbah sinem tetap eksis dan ramai pengunjung lho. Kerennya lagi, warung makan mbah Sinem bisa dipakai 2 sampai 4 ekor kambing dalam sehari. Bahkan, saat hari raya kurban bisa mencapai 6 ekor kambing yang dibuat. Semua kambing-kambing tersebut disembelih sendiri.


Uniknya lagi pindang kambing yang dipakai mbok sinem hanya bagian tulang, dengkil, dan jeroan kambing. Sedangkan bagian dagingnya dijual kepada pedagang sate. pindang kambing mbah sinem dari dulu hingga sekarang tidak ada yang berbeda.

pindang kambing. Foto: Instagram

Mbah Sinem tetap menjaga kelokalannya

Mbah Sinem tetap mempertahankan keasliannya, yaitu dari segi rasa dan pembungkus dari daun jati.
Untuk mencoba satu bungkus menu ini cukup terjangkau. Kalian hanya perlu menyediakan uang 5 ribu rupiah saja.


Yang membedakan pindang kambing mbah Sinem dengan yang lainnya adalah campuran bubur gaplek. Bumbu rempah pada hidangan ini terdiri dari kemiri, daun salam, bawang putih, lengkuas, daun jeruk, merica, jeruk nipis, sereh. Sedangkan bahan utamanya adalah tulang kaki, jeroan, dan tepung gaplek.


Tepung gaplek adalah tepung yang terbuat dari singkong yang telah dikeringkan, kemudian haluskan atau dibuat menjadi tepung. Selain penggunaan bubur gaplek, ada keunikan yang lainnya yaitu campuran juruh. Juruh adalah gula merah yang dimasak dengan campuran air sampai bentuknya mirip karamel. Penggunaan juruh ini karena berfungsi sebagai penghilang bau prengus kambing dan menambah rasa pada masakan.


Memasak pindang kambing jeroan ternyata cukup lama lho. Butuh waktu kurang lebih 4 jam nih. kelezatan citarasa pindang kambing mbok sinem didapatkan oleh proses memasaknya yang masih tradisional yaitu dengan menggunakan kayu bakar, sehingga rasanya akan semakin khas.


Untuk membuat bubur gaplek cukup mencampurnya dengan air. Lalu masukkan kedalam rebusan tulang kaki atau dengkil kambing yang telah direbus bersama bumbu aneka bumbu rempah tadi. Butuh waktu 2 jam untuk membuat bubur gaplek mengental.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button