Traktir

Sukses di kuliner, Prilly Latuconsina bikin ladang sayur organik: 2 Bulan tiba-tiba jadi kebun

Ladang sayur organik Prilly Latuconsina panen setiap 20 hari sekali.

Sukses membangun rumah makan Mak Judes, kini pesinetron Prilly Latuconsina mengaku tertarik dengan bisnis sayuran organik. Tak tanggung-tanggung pemain film Ganteng-ganteng Serigala ini sengaja membangun kebun sayuran organik di samping rumahnya.

Pengalaman Prilly membangun kebun sayuran organik diungkapkannya saat menjadi tamu di laman youtube Nikita Willy beberapa waktu lalu.

Ia mengaku pembuatan kebun sayur tersebut yang berawal dari ketidaksengajaan.

“Pas rumah aku jadi tanah sebelah rumahku baru dijual, ngeselin kan. Tadinya aku pengen beli sebesar itu supaya rumahnya bisa lebih panjang tapi enggak dijual sama orangnya pas aku mau bangun rumah,” kata Prilly di YouTube Nikita Willy Official pada 28 Mei 2021 lalu.

Ia menyebut bahwa dirinya sempat mengikhlaskan tanah tersebut. Namun setelah rumahnya selesai dibangun, pemilik tanah di samping rumahnya malah menawarkan akan menjualnya.

Meski kecewa, akhirnya Prilly memutuskan untuk tetap membeli tanah tersebut untuk investasi.

“Mumpung ada rezekinya, aku enggak bisa kayak anak muda zaman sekarang investasi saham, aku belum ngerti. Jadi aku investasinya di tanah atau properti dulu.”

Kebun sayur organik ide sang mama

Prilly menceritakan ide membuat kebun sayur pertama kali dicetuskan oleh sang mama. Meski sempat ragu karena lokasinya di perumahan, akhirnya Prilly setuju karena sang mama terlanjur mengantongi izin dari pengurus setempat.

“Cuma dua bulan itu tiba-tiba jadi kebun,” katanya.

Lambat laun ia mengaku sangat menikmati aktivitasnya berkebun. Dibantu oleh 2 orang tukang kebun berpengalaman Prilly mulai menanam berbagai jenis sayuran.

“Hasilnya melimpah, ada bayam, kangkung, caisim, pakcoy, jeruk medan, jambu klutuk, pepaya, pisang, cabai,” katanya.

Prilly Latuconsina foto: Instagram

Setalah melihat hasil panennya, timbul ide bisnis di benaknya. “Panennya itu 20 hari sekali, terus sekalinya panen aku yang bingung mau kasih ke siapa karena bisa untuk jualan banget sih,” katanya.

Cara promosi sayur organik yang dilakukan Prilly Latuconsina juga unik. Ia mengajak para sahabatnya untuk memanen sendiri sayur-sayuran di kebunnya. Sahabatnya merasa senang bisa membawa pulang banyak sayur yang segar dari kebun Prilly.

“Lebaran day 2. Berkebun sama mereka! THRnya sayur organik aja ya fresh cabut sendiri hahaha,” tulisnya di Instagramnya beberapa waktu lalu.

Mengolah sayuran organik ada tekniknya

Seperti informasi yang banyak beredar, sayuran organik diklaim lebih sehat daripada sayuran lain. Hal ini lantaran budidaya sayuran ini tanpa menggunakan pestisida.

Dengan mengonsumsi bahan makanan organik, kamu bisa terbebas dari zat berbahaya (pestisida) dan mengurangi risiko penyakit yang bisa timbul dari paparan residunya.

Meski begitu, mengolah sayuran organik tidak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan. Dilansir laman Organic Center, berikut ini caranya;

  1. Pilih dan bersihkan sayuran dengan cermat

Pilih sayuran organik dengan aroma segar, perhatikan apakah helai daunnya utuh, dan warnanya tidak kusam. Untuk membersihakannya hanya perlu mencuci sayuran di air mengalir.

  1. Simpan dengan cara yang benar dan aman

Saat menyimpan sayuran di kulkas, hindari kontaminasi dengan bahan makanan lain. Kamu bisa membungkusnya dengan platik food grade atau bisa menggunakan wadah tertutup, usahakan tidak menyimpan lebih dari 2 hari.

Jika tidak ingin segera memasaknya, Anda dapat menyimpannya kedalam lemari pendingin, dengan suhu di atas 24°C untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.

  1. Masak untuk satu porsi waktu makan

Sayuran organik lebih baik segera dimasak dan dihidangkan karena kandungan gizi dan kesegarannya masih terjaga.

  1. Mengukus adalah cara memasak paling efektif

Memasak dengan cara mengukus adalah cara yang paling efektif untuk menjaga nutrisi di dalam sayuran tetap baik dibandingkan dengan cara memasak lainnya.

  1. Jika ingin menu tumis, jangan sampai sayuran layu

Mengolah makanan dengan cara menumis juga baik dilakukan. Namun kamu harus tetap menjaga agar sayuran tidak berubah warna atau layu.

Jika itu terjadi, tandanya kadar gizi pada sayuran sudah berkurang. Hal ini tidak hanya terjadi pada sayuran organik, tapi juga pada sayuran secara umum.

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button