Traktir

Rabeg, kembarannya gulai masakan Padang namun dari Banten

Banten merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia. Pasalnya, provinsi ini lahir pada tanggal 29 April 1999. Banten berlokasi tak jauh dari ibu kota Indonesia, yaitu Jakarta. Tak hanya itu, Banten juga menjadi wilayah perbatasan antara Jawa dengan Sumatera lho… Usut punya usut, wilayah Banten merupakan bekas kekuasaan Kesultanan Banten yang tentunya menyimpan berjuta kisah sejarah dan budaya yang masih dipertahankan sampai sekarang. Salah satu bukti nyatanya adalah kehadiran kuliner Rabeg Banten.

Rabeg Banten, dari kota di Madinah

Kata “rabeg” berasal dari kata “rabiq” yang merupakan nama salah satu kota di Madinah. Hal ini dikarenakan kuliner rabeg ternyata terinspirasi dari makanan khas kota Rabiq. Berupa olahan kambing dengan kuah santan mirip gulai.

Suatu hari, sultan Banten yang bernama Sultan Maulana Hasanuddin sedang singgah di kota Rabiq dan menikmati kuliner khas sana. Setelah kembali ke Banten ia menitahkan juru masaknya untuk membuat olahan kambing khas Rabiq seperti yang ia makan.

Tak perlu waktu lama, resep rabeg istana Banten tersebut bocor ke kalangan masyarakat umum dan mulai diproduksi secara besar-besaran. Hingga kini rabeg sudah bertransformasi sebagai kuliner modern yang banyak dihidangkan saat acara-acara penting seperti kenduri, aqiqah, syukuran, dan beberapa hari besar keagamaan.

Mirip kuliner ini !!

Seporsi rabeg khas Banten dibuat dengan campuran daging dan jeroan kambing yang dipotong kecil-kecil, kemudian dimasak dengan bumbu rempah dan santan. Hmm sekilas memang mirip dengan hidangan gulai, rendang, hingga tengkleng ya guys…

Rabeg. Foto: Instagram

Bahkan ada pula yang menyebutnya mirip rawon lho. Hal ini disebabkan karena rabeg memiliki bumbu atau kuah yang kental dan berwarna gelap sehingga mirip kuliner-kuliner tersebut.

Namun ada bedanya kok… Citarasa rabeg cenderung lebih manis daripada gulai, rendang, ataupun tengkleng, dan kuah rabeg juga tidak seencer rawon.

Meskipun terinspirasi dari kuliner negara lain, rabeg ternyata telah menjadi kuliner nusantara yang dapat dijamin kearifan lokalnya. Hal ini dibuktikan dengan pemakaian berbagai jenis rempah khas tanah air kita tecinta.

Beberapa bumbu yang dipakai yaitu lengkuas, kayu manis, lada, cengkeh, pala, sereh, jahe, merica, daun jeruk, daun bawang, cuka, tomat, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Terkadang juga ada yang menambahkan kapulaga dan bunga lawang.

Selain rasa manis, rabeg juga menyuguhkan rasa pedas dan sensasi menghangatkan tubuh sekaligus penetralisir kandungan lemak. Kalau mau nyobain rabeg, biasanya dibanderol mulai 15.000-20.000 aja lho…

Rabeg merupakan kuliner Banten yang terbuat dari daging dan jeroan kambing yang dipotong kecil, lalu dimasak dengan bumbu rempah. Sekilas memang mirip dengan masakan Padang seperti gulai atau rendang ya guys…

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, silahkan follow Kulinear  (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button