Nasi Jangkrik, nasi yang ternyata tidak ada jangkriknya

- Jumat, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
35575718_1022341164620136_162912404504576000_n
35575718_1022341164620136_162912404504576000_n


Nasi jangkrik, sudahkah tahu anda dengan kuliner yang satu ini? Atau mungkin nama ini terdengar asing atau bahkan terlalu esktrem? Apakah memang ada kuliner yang seperti ini? Mungkin banyak pertanyaan yang timbul jika pertama kali mendengar nama kuliner ini. Yaa, nasi jangkrik ternyata memang beneran ada, tepatnya di salah satu kota di Jawa Tengah, yaitu Kudus. Tapi nyatanya kuliner ini tidak seekstrem namanya, bahkan tidak ada hewan jangkrik di dalamnya. Lantas, seperti apa nasi jangkrik itu? Jika kalian sudah penasaran, coba simak informasi berikut ini.





Bagaimana bisa disebut Nasi Jangkrik, Kalau tidak ada jangkriknya??





Menurut sejarahnya, kuliner yang satu ini merupakan salah satu makanan favorit dari Sunan Kudus. Ada banyak versi cerita soal sejarah nasi jangkrik  yang berkembang di masyarakat. Akan tetapi berbagai sumber banyak menyebutkan, bahwa nasi jangkrik ini berawal ketika ada pertemuan para wali di Tajug Menara Kudus. Dalam pertemuan itu hadir salah satu murid Sunan Kudus yaitu Mbah Kyai Telingsing. Pada acara tersebut dihidangkan makanan yang dimasak oleh istri Sunan Kudus, berupa nasi yang dibungkus daun jati dengan aneka lauk pauk daging kerbau. Mbah Kyai Telingsing pun ikut menikmati hidangan yang disajikan, karena saking enaknya, Beliau berucap “Jangkrik, enak tenan!” Dari situlah nama ini menjadi semakin popular. Maksud dari kata ”jangkrik” yang terucap, mungkin sebagai ganti kata “luar biasa” karena saking lezatnya.





Nasi jangkrik merupakan kuliner hangat dengan lauk daging kerbau yang dipotong dadu, tahu yang di padu dengan kuah bersantan yang di kenal dengan “kuah jangkrik”, Kemudian makanan dan lauk tersebut di bungkus dengan daun jati. Rasa nasi ini adalah pedas nan gurih, dengan aroma wangi yang ditimbulkan dari daun jati yang digunakan sebagai pembungkusnya. Kuliner ini biasanya di bagikan secara gratis setiap tanggal 10 Muharram, sebagai bagian dari tradisi Buka Luwur. Buka luwur ini merupakan tradisi yang ada di kota Kudus, untuk menandai pergantian kelambu di makam Sunan Kudus. Selain itu,  nasi ini tidak hanya bisa didapatkan di acara Buka Luwur saja. Sekarang banyak warga Kudus yang sudah menjajakannya. Bila ingin menikmatinya, bisa langsung datang di salah satu warung yang berada di bilangan jalan Sunan Kudus. Seporsi nasi ini seharga Rp. 15.000.-





Untuk ide kuliner inspiratif lainnya, silahkan follow Kulinear (TCT)


Editor: Rekha Azzi Fahmi Farezi - Kulinear.ID

Tags

Terkini

Kue lapis khas Indonesia yang patut menjadi kebanggaan

Rabu, 29 September 2021 | 13:08 WIB

Ayam masak cabai hijau yang cocok untuk makan ramai-ramai

Selasa, 28 September 2021 | 22:00 WIB

Soto Pekanbaru, Soto gurih berkelas hotel

Senin, 27 September 2021 | 17:09 WIB

Bubur Kampiun Khas Padang, yang punya makna mendalam

Senin, 27 September 2021 | 06:00 WIB
X