Sejarah pilu dibalik lezat dan segarnya tengkleng khas kota Solo

- Selasa, 28 September 2021 | 08:00 WIB
234502341_851304285780645_5896010948721521112_n
234502341_851304285780645_5896010948721521112_n


Bermain ke kota Solo akan terasa kurang lengkap apabila belum mencicipi beragam kuliner khas daerah sana. Kota kelahiran bapak Jokowi ini memang melahirkan berbagai kuliner nikmat yang dijamin sukses menggoyang lidah kamu. Diantaranya ada Selat Solo, Sop Manten, Sate Buntel, dan yang akan dibahas kali ini adalah sejarah Tengkleng Solo. Pasti tau dong sama hidangan berkuah yang penuh dengan tulang kambing ini ? Tapi, apakah kamu sudah tau sejarah menyedihkan dibaliknya ?





Diantaranya ada Selat Solo, Sop Manten, Sate Buntel, dan yang akan dibahas kali ini adalah Tengkleng. Pasti tau dong sama hidangan berkuah yang penuh dengan tulang kambing ini ? Tapi, apakah kamu sudah tau sejarah menyedihkan dibaliknya ?





Sejarah Tengkleng Solo, makanan orang miskin





Pada abad ke 19, rakyat Indonesia termasuk warga Solo mengalami kesengsaraan yang luar biasa. Hal ini dikarenakan penjajahan yang dilakukan oleh Jepang maupun Belanda. Pada masa itu, para kolonial dan kaum priyayi terbiasa disajikan hidangan gulai daging kambing oleh pelayan-pelayan mereka.





Nah, tulang dan jeroannya ini dianggap sebagai limbah pada saat itu. Akibat penjajahan yang berkepanjangan membuat warga Solo sangat kesulitan memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, utamanya dalam hal pangan.





Oleh karena itu, para pelayan dan masyarakat miskin memilih untuk memanfaatkan tulang serta jeroan kambing agar diolah menjadi hidangan baru yang bisa mengenyangkan perut mereka. Maka, dari sinilah tengkleng hadir dan dipertahankan hingga kini.

Halaman:

Editor: Rosita Maela Sari - Kulinear.ID

Tags

Terkini

X