Traktir

Rujak cingur, sensasi kenyal gurih mulut sapi dengan bumbu khas Jawa Timur

Rujak cingur punya rasa unik dari tambahan daging mulut sapi.

Bagi kebanyakan orang, aktivitas ngerujak merupakan suatu hal yang mengasyikkan bukan? Makan irisan buah segar yang baru dipetik, lalu dicocolkan ke bumbu rujak yang super pedas dan masih ada di cobek tempatnya.

Apalagi dilakuin sama kawan kawan. Nanti dibagi tugas, ada yang bagian bawa mangga muda, timun, gula merahnya dan lain sebagainya. Rujak emang pilihan paling mantep kalau lagi kumpul sama temen atau keluarga.

Resep rujak cingur merupakan sajian khas  kota Surabaya, Jawa Timur. Sebenarnya hampir mirip dengan rujak buah pada umumnya, cuman ada sedikit perbedaan.

Bedanya Resep rujak cingur dengan rujak buah lainnya

Sesuai dengan namanya, cingur yang artinya mulut, hal ini merujuk pada rujak cingur yang berisi irisan mulut atau moncong sapi, buah buahan, sayuran, lalu disiram dengan bumbu rujak pada umumnya.

Rujak cingur. Foto: Instagram

Jenis buah yang digunakan di antara timun, krai (sejenis timun asal Jawa Timur), mangga muda, nanas, kedondong, dan bengkoang. Lalu, biasanya juga ditambahkan lontong, tahu, tempe, dan aneka sayuran seperti kecambah, kacang panjang, dan kangkung.

Setelah itu, campuran tadi disiram dengan bumbu rujak yang terdiri dari petis udang, kacang tanah yang digoreng, gula merah, cabai, bawang goreng, garam, sedikit air, dan irisan tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang kluthuk), semua bumbu tersebut nantinya diulek diatas cobek.

Jika sudah, rujak cingur disajikan di atas piring beralas daun pisang atau dituang ke daun pisang yang dipincuk, bisa juga ditambahkan kerupuk ya.

Sebenarnya penyajian rujak ini ada 2 versi, yaitu versi umum atau biasa dan versi matengan (dalam bahasa Indonesia artinya versi matang). Kalau versi umumnya itu seperti yang dijelaskan diatas, sedangkan untuk versi matengan hanya berisi bahan bahan yang matang saja, seperti lontong, tahu, tempe, kerupuk, sayur yang telah direbus dan cingur lalu disiram bumbu rujaknya tanpa diberi irisan buah.

Salah satu warung rujak ini ada di Surabaya yang patut kalian kunjungi adalah Rujakdan Sop Buntut Genteng Durasim. Alamatnya di Jalan Genteng Durasim No. 29 yang buka mulai pukul 10.30-17.30. Juga warung yang ada di Jalan Achmad Jais No. 40, Peneleh, Kec. Genteng yang buka mulai pukul 00.00-17.00.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, silahkan follow Kulinear  (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button