Traktir

Sate ambal khas kebumen empuk dan rempahnya kuat, ada kemasan instan

Sahabat kulinear, kalau kita jajan sate daging yang digunakan biasanya kambing, ayam, sapi, kerbau dan daging lainnya. Tapi, kalian udah pernah nyobain belum sate ambal? Yaitu sate daging ayam yang terbuat dari bumbu tempe yang sudah dihaluskan. kuliner lezat ini merupakan sate khas dari kebumen Jawa Tengah.

Sudah ada sebelum kemerdekaan

Ternyata sate ini tergolong makanan jadul karena diperkirakan sudah ada sebelum kemerdekaan, sekitar tahun 1940-an. Biasanya sate jarang dijajakan sebagai oleh-oleh karena cepat basi. Tapi, berbeda dengan sate khas kebumen karena bisa bertahan sampai berbulan-bulan lho. Meski begitu, sate ini dibuat tanpa bahan pengawet atau bahan kimia dalam proses pembuatannya.


Sahabat, sate diperkirakan sudah muncul sekitar abad ke 19. Sate juga merupakan kuliner yang dipopulerkan oleh pedagang muslim yang datang ke pulau Jawa, Gujarat India dan Arab. Sudah bukan rahasia lagi, kalian pecinta kuliner – kuliner Nusantara wajib coba sate kebumen ini. Karena sate ambal kaya akan rempah-rempah.

Ada sekitar 10 bumbu rempah yang dibutuhkan untuk membuat sate ambal, misalnya kemiri, bunga lawang, ketumbar, kapulaga, jinten, jahe, kunyit, pala, bawang merah, bawang putih, garam dan gula merah. Kalau biasanya sate hanya dominan dengan rasa manis dari kecap dan penyedap rasa. Tapi, sate satu ini punya ciri khas yang tidak akan kalian rasakan saat mencoba sate lainnya.

Sate ambal dalam bentuk kemasan

sate khas kebumen. Foto: Instagram


Indonesia memang kaya akan rempah-rempah, jadi sudah hal wajar kalau kulinernya mengandung rempah yang kuat. Bumbu rempah pada masakan bertujuan untuk menambah citarasa. Rempah ini bisa juga digunakan sebagai bahan utama pembuatan obat-obatan. Bahkan, bangsa Eropa menggunakan rempah sebagai pengawet makanan.


Daging ayam dan kulitnya menjadi ciri khas sate ambal. Kulit ayam tersebut harus direbus terlebih dahulu agar menghasilkan tekstur yang lunak. Proses marinasi daging ayam bukan dengan kecap, melainkan gula merah. Marinasi daging terlebih dahulu dapat membuat bumbu meresap. Biasanya butuh 2 jam sampai daging berubah warna. Sehingga dapat meningkatkan keempukan daging dan citarasanya.


Nah, setelah dimarinasi kemudian tusuk dengan tusukan sate lalu bakar sampai matang. Sate kemudian dikemas dan harus divacum terlebih dahulu agar bisa tahan lama. Agar bakteri tidak mencemari makanan, sate yang sudah divacum harus di presto selama kurang lebih 10 menit. Dengan suhu yang tinggi, bakteri yang menempel akan mati. Lezat banget nih pastinya dan cocok buat buah tangan.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button