Traktir

Sate dadakan dagingnya empuk dan segar dimasak ala open kitchen

Sahabat kulinear, siapa sih yang nggak suka dengan kuliner sate? Sate ini cukup digemari oleh masyarakat Indonesia mulia dari anak-anak hingga dewasa. Sate tidak hanya terkenal di Indonesia saja, bahkan negara di wilayah Asia tenggara juga ada kuliner ini lho, seperti Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Tapi ada salah satu jenis sate yang membuat penulis tertarik untuk mengulasnya, namanya sate dadakan.

Sate dadakan khas Sumedang

Foto: Instagram

Sate unik ini bisa kalian jumpai di warung makan di daerah Sumedang. Tepatnya di jalan simpang Parakan Muncang. Bukan cuma tahu saja yang dadakan, sate juga ada yang dadakan lho. Warung makan tersebut selalu ramai pembeli lho. Bahkan, dalam satu hari bisa menghabiskan 6 sampai 12 ekor kambing, wah keren banget gak tuh.

Sahabat, mengapa sate ini disebut sate dadakan? Karena baru akan dibuat ketika ada orang yang memesan. Saat kambing disembelih di pagi hari, maka sate dijual di pagi itu juga. Sedangkan jika disembelih saat sore, maka juga dijual di sore hari juga.

Karena keunikan tersebut, maka masyarakat Sumedang menyebutnya sate dadakan. Kambing yang sudah disembelih, biasanya akan digantung di depan warung makan tersebut. Sate ini terjamin kesegaran dan kualitas dagingnya. Biasanya juga menggunakan daging kambing yang masih muda, karena dagingnya sudah terjamin lebih empuk dan gurih.

Dimasak ala dapur terbuka

Selain itu, ciri khas dari sate ini adalah kalian bisa melihat secara langsung proses pembuatannya. Kalau bahasa kerennya open kitchen atau dapur terbuka, seperti itulah kira-kira sahabat. Prosesnya mulai dari memotong daging, menusukkan, memberi bumbu sampai proses membakarnya.

Keunikan yang tidak bisa kalian dapatkan pada sate lain adalah sate dadakan dibakar dahulu sampai setengah matang, kemudian dicelupkan pada bumbu rahasia dan dibakar kembali sampai matang. Bumbu sate ini ada 2 pilihan yaitu bumbu kacang atau kecap dan ada pelengkap seperti potongan acar, tomat, bawang merah dan cabai rawit.

Untuk menikmati kelezatan daging yang empuk dan bumbu yang meresap, kalian cukup merogoh kocek sebesar 20 sampai 40 ribu untuk satu porsi. Dengan harga dibawah 50 ribu sudah dapat porsi yang banyak. Kalau makan daging kambing tetap perhatikan jumlah yang dikonsumsi ya, karena bisa meningkatkan kolesterol nih. Gimana nih teman-teman pengen cobain sate khas tanah Sunda ini? Jangan lupa mampir ya hehe.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button