Resto

Sate kere naik pamor hingga kini jadi favorit Bapak Presiden

Sate kere Solo merupakan bentuk kreativitas dari masyarakat pribumi pada masa penjajahan. Saking mahalnya harga daging pada saat itu menyebabkan hidangan sate hanya jadi makanan mewah para kolonial dan kaum priyayi.

Kata “kere” berasal dari bahasa Jawa yang kerap kali dipakai oleh masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Solo, dan sekitarnya. Kata ini memiliki arti miskin atau tidak punya uang. Hal ini sesuai dengan penampakan sate kere di masa itu.

Sejarah Sate kere

Pada akhirnya masyarakat pribumi menemukan ide cemerlang agar mereka tetap bisa mencicipi citarasa dari sebuah hidangan sate. Terbitlah sate kere yang jadi makanan khas Kota Solo, berupa tempe gembos yang terbuat dari campuran jeroan sapi dan ampas tahu atau tempe, kemudian dibakar dan diberi bumbu kacang layaknya sate daging pada umumnya.

Sate kere. Foto: Instagram

Jadi, posisi daging ini digantikan dengan tempe gembos, tempe bacem, dan berbagai jeroan sapi, mulai dari gajih, kikil, babat, paru, koyor, dan lain-lain. Alasannya dikarenakan tempe gembos jauh lebih murah dan dapat dibuat sendiri oleh masyarakat pribumi. Tak hanya itu, jeroan sapi juga dianggap sebagai limbah oleh para priyayi, hingga akhirnya masyarakat pribumi memanfaatkan hal ini untuk menciptakan sebuah kuliner.

Tak heran kalau sate kere selalu diidentikkan sebagai makanan masyarakat miskin dan kelas bawah. Tapi, di masa sekarang sate kere sudah jadi konsumsi umum seluruh masyarakat Indonesia lho. Hal ini dikarenakan rasanya yang nikmat mirip sate daging pada umumnya, namun bisa kamu peroleh dengan harga super murah.

Favorit Pak Jokowi

Kota Solo dikenal sebagai tempat kelahiran sate kere ini guys, jadi tak heran kalau menu sate kere paling mudah dijumpai di kota Solo. Salah satu warung sate kere paling direkomendasikan buat kamu adalah “Sate Kere Mbak Tugiyem”.

Hal ini dikarenakan warung sate kere ini merupakan langganan Bapak Joko Widodo lho. Menurut penuturan suami dari Mbak Tugiyem ini mengatakan kalau Bapak Jokowi selalu menyempatkan mampir beli sate kere di sini tiap pulang kampung ke Solo.

Wah jadi bangga banget ya guys… Dalam seporsi sate kere berisi irisan lontong dan sate kere yang disiram kuah kacang kental, biasanya piringnya pakai alas daun pisang ya guys.

Bumbu kacang yang digunakan sebenarnya sama dengan bumbu kacang pada umumnya. Namun, ada pengolahan khusus yang mampu membuat tempe gembos serasa daging beneran lho…

Tak berhenti di bapak Jokowi saja, ternyata sate kere ini juga jadi salah satu sajian di Pernikahan putri Bapak Jokowi, yaitu Kahiyang dan Bobby yang diselenggarakan pada 8 November 2017 silam.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button