Resto

Sayur turubuk atau disebut bunga tebu, menu unik khas Garut

Saat mampir ke kota Garut jangan lewatkan kuliner khasnya yaitu sayur turubuk. Melihatnya kuahnya yang kuning kemerahan dijamin langsung laper deh. Sahabat kulinear, di Garut Selatan turubuk masih banyak dijumpai. Sedangkan kalau di perkotaan jumlahnya mulai langka.


Turubuk sendiri banyak tumbuh di ladang, sawah atau kebun. Turubuk tidak perlu perawatan yang khusus agar tumbuh subur. Tanaman ini bisa tumbuh saat musim kemarau sekalipun, karena tidak terlalu membutuhkan banyak air. Turubuk bisa dibuat menjadi olahan kuah santan. Selain itu, turubuk juga bisa dibuat menjadi perkedel atau tumisan.

Oleh masyarakat disebut bunga tebu


Sahabat turubuk merupakan bunga tanaman yang batangnya memiliki ruas seperti tebu. Karena itulah turubuk juga psering disebut dengan bunga tebu. Nah, yang dikonsumsi adalah bagian bunga yang terbungkus pelepah daun atau kelobot. Warnanya putih, teksturnya lembut dan mudah hancur.


Nah kalau dimasak menjadi kuah santan, biasanya ditambahkan daging ayam. Sedangkan bumbu yang digunakan ada kunyit, cabai merah, kemiri, bawang merah, tomat, cabai rawit, bawang putih, dan cabai gendot. Sedangkan bahan utamanya ada potongan daging ayam dan turubuk.

Foto: Instagram

Sayur turubuk mirip opor ayam


Sahabat, sayur turubuk bumbu rempah yang dipakai mirip dengan opor ayam. Bedanya, rasanya lebih pedas karena penggunaan cabai merah, rawit dan cabai gendot yang banyak. Semua bahan rempah tersebut diuleg hingga halus. Kalau kalian suka dengan sensasi yang pedas bisa pakai cabai gendot atau rawit dalam jumlah banyak, nendang pokoknya.


Untuk santannya usahakan yang kental ya dan pakai kelapa yang segar. Santan lebih enak jika memarutnya langsung daripada beli kemasan instan. Proses selanjutnya adalah menumis bumbu halus sampai mengeluarkan aroma harum. Setelah itu, tuangkan santan kental aduk rata dan disusul dengan potongan daging ayam. Masak dulu daging ayam sampai matang, butuh waktu lumayan lama.


Jika ayam sudah matang, turubuk bisa langsung dimasukkan dan disusul dengan irisan cabai gendot dan daun bawang. Sahabat, usahakan jangan terlalu sering mengaduknya ya, karena turubuk mudah hancur. Sebenarnya turubuk tidak terlalu mengeluarkan aroma yang khas. Saat dimasak sayur tidak akan mempengaruhi citarasanya. Untuk sensasi rasa pada kuahnya dihasilkan dari rempah yang dipakai.


Turubuk memang mudah ditemukan di pedesaan, meski begitu turubuk mengandung kalsium, mineral, vitamin c dan fosfor. Turubuk yang dimakan tanpa santan bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Sekarang sajikan deh sayur turubuk sebagai menu makan siang.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button