Traktir

Semangkuk Pallubasa, kuah coklat rempah dipadukan jeroan sapi

Pallubasa merupakan kuliner khas kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Seporsi pallubasa Makassar ini dibuat dari irisan jeroan sapi dan kuning telur setengah matang yang dilengkapi dengan kuah berwarna kecoklatan, dapat dijamin kalau kuahnya ini banyak komponen rempahnya ya guys.

Jika dilihat secara sekilas, hidangan pallubasa memang nampak mirip dengan coto Makassar. Hal ini dikarenakan dua hidangan asal Makassar ini sama-sama menggunakan jeroan sapi, kuah rempah, dan dimasak dalam waktu yang cukup lama.

Selain memiliki persamaan, dua hidangan ini juga memiliki beberapa perbedaan. Diantaranya, hidangan coto Makassar tidak menggunakan kuning telur mentah. Serundeng, dan kandungan rempahnya pun berbeda jika dibandingkan dengan Pallubasa.

Tak hanya itu, Pallubasa yang biasa dinikmati dengan nasi putih juga berbeda dengan coto Makassar yang lebih sering dimakan dengan ketupat. Asal kata Pallubasa sendiri terdiri dari kata “pallu” yang berarti masak / memasak dan kata “basa” yang berarti basah / kuah.

Pallubasa. Foto: Instagram

Pallubasa Makassar, dulu vs sekarang

Pallubasa sudah terkenal akan rasanya yang super lezat dan nikmat. Jeroannya yang lembut, kuning telur yang lumer, serta kuah rempahnya yang wangi dan menghangatkan tubuh karena kandungan rempah di dalamnya.

Berikut beberapa rempah yang dipakai yaitu ada lengkuas, serai, kayu manis, cengkih, jahe,pala, ketumbar, jintan, dan asam jawa. Wah banyak banget ya guys ? Selain unggul di rasa, pallubasa juga pasti unggul dalam kandungan gizi yang mampu menyehatkan tubuh.

Jadi, tunggu apalagi ? Kalau main ke Makassar wajib cobain pallubasa ini ya… Ada salah satu rumah makan pallubasa yang bisa kamu datangi, ia adalah Pallubasa Serigala Makassar. Rumah makan ini beralamat di Jalan Serigala XIV, Mamajang Dalem, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Di rumah makan yang sudah ada sejak tahun 1987 ini, kamu jangan kaget kalau harus antri demi mendapatkan seporsi pallubasa yang dibanderol mulai dari harga 13.000 rupiah. Rumah makan ini memang tidak pernah sepi pengunjung. Tak heran sih karena pallubasa yang disajikan juga lengkap komponen jeroan dan kuning telur setengah matangnya. Nggak perlu ragu-ragu lagi untuk nyobain pallubasa disini guys.

Sebelum pallubasa setenar sekarang, ternyata dulunya hidangan ini dianggap sebagai makanan bagi para buruh kerja. Hal ini dikarenakan, pallubasa di zaman dulu dibuat dari daging sapi sirloin dan tenderlon yang mahal harganya dan hanya disantap oleh para keluarga kerajaan.

Sementara bagian sisa jeroannya disajikan untuk para pekerja, abdi dalem, dan masyarakat kelas bawah lainnya. Rempah yang digunakan pada saat itu juga murah dan banyak dijumpai di lingkungan sekitar.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button