Kaki LimaTraktir

Soto ayam, kuliner khas Nusantara ternyata ada pengaruh dari China

Bagaimana sih sejarah soto dan keunikan soto ayam dengan berbagai perbedaan di setiap daerahnya

Siapa yang tak kenal dengan soto, Denys Lombard dalam karya besarnya berjudul Nusa Jawa Silang Budaya menyebutkan asal mula soto adalah makanan asal China yang bernama caudo atau Jauto.  Menurut pakar asal Perancis tersebut, soto pertama kali populer di wilayah Semarang sekitar abad ke 19. Kuahnya segar dan gurih serta harum dari bawang putih goreng. Irisan bawang putih goreng merupakan jejak budaya kuliner Tionghoa seperti yang ditemukan di masakan Tionghoa Pontianak, karena masakan Jawa sendiri biasanya menggunakan bawang merah goreng bukan bawang putih sebagai pelengkap, unsur kebudayaan Tionghoa tampak pula dari penggunaan mangkuk kecil dan sendok bebek, alat makan yang juga biasa digunakan saat makan sup di negeri tirai bambu.

Dalam perjalanannya, caudo mengalami modifikasi sesuai selera penduduk lokal daerahnya, begitu pula dengan penyebutan caudo lambat laun berubah menjadi soto. Orang-orang Makassar menyebutnya coto sedangkan orang Pekalongan menyebutnya Tauto. Soto merupakan suatu kuliner dengan varian yang beragam di Indonesia hampir setiap daerah memiliki variannya sendiri. Bahan yang digunakan disetiap daerah pun berbeda-beda bahkan di satu provinsi yang sama, bisa ada beragam jenis soto seperti di Jawa timur ada soto Madura, Surabaya, dan soto Lamongan yang semuanya memiliki karakteristik berbeda.

Varian soto

Salah satunya yang akan kita bahas adalah jenis soto ayam yang terdiri dari jahe, sereh, lengkuas, daun salam, kunyit, ketumbar, kemiri, merica, daun jeruk, dan jeruk purut. Untuk isian soto ayam biasanya ada bihun, ayam suwir, daun bawang, bawang putih goreng, telur rebus dan kentang goreng. Soto ayam ada yang dengan kuah bening atau santan sehingga ada sekitar 70 jenis soto yang tersebar di bumi pertiwi.

Nah karena banyak jenis soto, kita akan membahas secara singkat soto ayam khas dari Jawa tengah saja, antara lain soto Kudus dan Semarang jenis soto ini memiliki kuah yang bening keduanya menggunakan pelengkap tauge dan kol.

Bedanya soto Semarang menambahkan tempe goreng sebagai pelengkap.

Walaupun kuahnya bening karena tidak pakai santan tetapi rempah-rempahnya berasa banget. Dan yang paling kuat rasanya disini adalah rasa jahe yang menambah citarasa hangat dan segar.

soto ayam.foto: instagram

Sedangkan kuah santan ada pada soto Banjarnegara, yang memiliki ciri kuah yang kuning mirip dengan opor. Biaasanya dihidangkan dengan pelengkap ketupat.

Nah itu dia Sejarah soto dan beberapa jenis soto ayam, jangan khawatir kamu pasti mudah menemukannya karena banyaknya penjual yang tersebar di seluruh Nusantara.

Untuk kamu yang mau tahu info lainnya bisa follow kulinear.id

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button