Resto

Spikoe cake Surabaya yang empuk, kue legendaris sejak penjajahan Belanda

Sahabat kulinear, Surabaya punya lho cake jadul yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Bagi masyarakat Surabaya pasti tahu dong camilan lembut dan manis ini, namanya spikoe cake. Menu penutup ini merupakan kue legendaris yang sekarang masih tetap eksis dengan inovasi beragam topping. Spikoe cake juga termasuk dalam jenis kue lapis. Hanya saja, proses pembuatannya semakin beragam dan beraneka topping.

Spikoe cake Surabaya asal Belanda

kue spikoe. Foto: Instagram


Sahabat kulinear, walaupun jajanan ini jadul tapi di kota Surabaya masih ada penjual roti yang tetap mempertahankan kue ini. Mereka membuat berbagai olahan spikoe dengan beragam topping menarik, yaitu ori cokelat, kismis dan lain-lain.
Spikoe sendiri merupakan kue yang berasal dari Belanda dan populer di Surabaya. Justru di negara aslinya Belanda, kue spikoe sudah jarang di jumpai. Pembuatan spikoe di kembangkan dengan bumbu-bumbu khas Indonesia.


Sejak dulu, spikoe banyak diadaptasi oleh keturunan Tionghoa di Indonesia. Ciri khas spikoe tidak hanya pada bahan yang digunakan saja, akan tetapi juga pada lapisan kuenya. Spikoe yang kuno umumnya lapisan yang dibuat bisa mencapai 18 lho. Wah, tinggi banget ya, bisa dibayangin membuatnya juga pasti repot.

Karena dahulu, orang-orang percaya bahwa semakin tinggi lapisannya makan semakin tinggi pula keberkahan yang didapat.
Kalau sekarang, spikoe dibuat lebih simpel dan sederhana yaitu hanya 2 sampai 3 lapisan saja. Meski begitu, tidak akan mengurangi rasa enaknya kok hehe.

Dibuat tanpa bahan pengawet


Sahabat, spikoe berasal dari 2 kata yaitu spek yang artinya lemak babi, dan koe artinya kue. Walaupun begitu, spikoe tidak menggunakan lemak babi kok. Untuk bahan dasar pembuatan spikoe ada telur ayam, margarin, gula halus, tepung terigu, vanili essen, bubuk cokelat, pasta cokelat, dan bahan pelengkap lainnya.


Semua bahan tersebut dicampur dengan mixer sampai lembut. Jika sudah lembut, kemudian adonan dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama dicampur dengan butter, dan bagian kedua dicampur dengan pasta cokelat. Setelah itu, tinggal keduanya dituangkan kedalam loyang yang berbeda. Adonan spikoe dioven selama kurang lebih 30 menit dengan suhu 170 derajat celsius.
Sahabat, spikoe tidak bisa bertahan lama karena dibuat tanpa pengawet. Spikoe hanya bertahan selama 4 hari di dalam suhu ruangan. Citarasa spikoe cake tidak membuat eneg karena manisnya pas serta teksturnya lembut dan khas. Spikoe emang paling mantap kalau disantap saat waktu luang.

Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button