Kaki Lima

Telur Asin Brebes punya banyak varian rasa dan nilai historis tinggi

Brebes merupakan salah satu kota yang berada di jalur pantura. Sebuah kabupaten yang unik dari segi bahasa, geografis, seni budaya bahkan dengan kulinernya. Salah satu ikon makanan khas Brebes adalah telur asin.

Telur asin di Brebes bukan hanya memiliki rasa yang nikmat, tetapi juga memiliki nilai historis yang tinggi. Penasaran dengan telur asin dari Brebes ini? Simak informasinya berikut ini.

Sejarah awal telur asin di Brebes

Menurut sejarahnya dulunya, telur asin merupakan salah satu sesajen untuk persembahyangan yang diperuntukkan oleh Dewa Bumi. Seiring berjalannya waktu, telur asin mulai dipasarkan secara umum.

Telur asin pertama kali dibuat dan dipasarkan oleh pasangan suami istri dari Tionghoa yang ada di Brebes, bernama In Tjaauw Seng dan Tan Polan Nio pada sekitar tahur 1950.

Telur asin. Foto: Pexels
Telur asin. Foto: Pexels

Dulunya pasangan tersebut membuat telur asin secara terbatas dan dikemas seperti hidangan istimewa. Karena pembuatannya yang terbatas dan awalnya dipasarkan di daerah Jakarta, menjadikan telur asin bersifat eksklusif. Seiring berjalannya waktu, banyak pedagang yang mulai menjual telur asin di kota Brebes.

Bahan baku berasal dari peternak bebek yang ada di Brebes

Brebes merupakan salah satu kota yang warganya sebagian besar bekerja sebagai peternak bebek. Dengan adanya banyak warga yang beternak bebek, tentunya membuat kota ini memiliki kelebihan stok telur bebek.

Karena kelebihan stok telur bebek inilah yang menjadi salah satu munculnya ide kreatif untuk pengolahan telur bebek. Salah satunya yaitu dengan diawetkan. Proses pengawetan bertujuan untuk mengurangi jumlah telur-telur agar tidak busuk, karena jika tidak diolah akan busuk.

Pengawetan telur yaitu dengan cara menambahkan garam secara berlebihan sebagai bahan pengawet. Proses inilah yang menjadikan cikal bakal adanya telur asin.

Bagaimana cita rasa dari makanan ini?

Soal rasa, makanan ini tergantung dari cara pembuatannya. Proses pembuatnnya ada  beberapa  cara yaitu, direbus, dibakar, dan dipanggang.

Telur asin yang direbus memiliki tekstur lembut dan kuning telur yang masih agak berminyak dengan rasa asinnya yang tajam. Untuk yang dibakar memiliki tekstur yang cukup kering dengan kuning telur yang agak berminyak, dengan rasanya yang unik dan aroma khas dari asap pembakaran. Untuk yang panggang dengan oven, memiliki tekstur cukup kering dengan rasa telur yang tidak terlalu asin.

Selain dimakan secara langsung, belakangan telur asin menjadi olahan yang hits. Beragam menu modern menggunakan bumbu telur asin, dengan embel-embel nama salted egg. (CTH)

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button