Traktir

Terasi juga ada di Korea, harus tunggu bertahun-tahun untuk bisa dimakan

Terasi merupakan bumbu masakan yang banyak digunakan di berbagai makanan Indonesia. Umumnya dibuat dari ikan atau udang rebon yang difermentasikan.

Bumbu ini pun banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, beberapa negara Asia Tenggara lain, seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand juga mengenal bumbu ini.

Tapi, selain di Asia Tenggara, ternyata terasi juga ada di Korea Selatan. Namun, ada perbedaan yang jelas dari jenis yang terdapat di Negeri Ginseng itu.

Terasi Korea Selatan, Foto: Youtube
Terasi Korea Selatan, Foto: Youtube

YouTuber Yuna Nuna pun mengajak berkenalan dengan makanan fermentasi di Korea itu. Tepatnya ada di Kota Buan.

Di sana bahkan ada satu jalan yang diisi dengan deretan toko penjual terasi. Turis pun banyak yang datang untuk memborong makanan itu.

Difermentasi bertahun-tahun

Menurut Yuna Nuna, salah satu perbedaan yang mencolok adalah terasi Korea lebih mirip seperti sambal di Indonesia. Sementara yang terdapat di Indonesia bentuknya seperti adonan atau pasta berwarna hitam atau cokelat.

“Di sini gak hanya dari udang, ikan apapun dibikin terasi. Kalau bikin kimchi juga pakai ya,” kata Yuna Nuna.

Dia pun mengunjungi salah satu toko yang sudah berjualan selama 20 tahun. Kepada si pemilik, Yuna bertanya mengenai jenis apa yang paling laris.

“Biasanya yang di depan ini, dari usus ikan sama gurita,” kata si penjual.

Penjual itu juga mengatakan kalau banyak orang-orang tua menyukai yang terbuat dari ikan layur. Mereka biasanya menyantapnya sebagai saus tambahan membuat ssam, daging yang dibungkus dengan daun selada, atau dengan nasi.

Tapi, mereka juga sering menjadikannya sebagai saus cocolan saat menikmati samgyeopsal atau leher babi.

Terasi Korea Selatan, Foto: Youtube

Berbeda dengan Indonesia yang memakainya sebagai bumbu, orang-orang Korea biasanya menggunakan makanan fermentasi itu sebagai lauk. Jadi, mereka biasa langsung menyantapnya dengan nasi.

Meski bisa langsung disantap, tapi proses fermentasi terasi Korea butuh waktu yang sangat lama. Salah seorang penjual menjelaskan bahwa para ibu zaman dahulu harus mendiamkannya selama 3-4 tahun dalam suhu ruangan.

“Kalau sudah lima tahun baru rasanya sempurna,” katanya.

Tapi, sebagian besar yang dijual di toko-toko adalah jenis yang bisa langsung dikonsumsi. Meski begitu, untuk yang terbuat dari udang rasanya paling enak bila sudah didiamkan selama 1 tahun.

Jenis dari udang ini juga yang banyak digunakan dalam membuat kimchi.

“Sebenarnya bisa dibilang kaya asinan gitu juga ya tapi ini difermentasi dan semua dari ikan atau seafood. Tapi biasanya dibumbuin cabai gitu,” kata Yuna.

Terasi Korea bisa disimpan di dalam lemari es. Tapi, Yuna memberi tips cara menaruhnya agar dibalik supaya sausnya tidak mengendap di dasar wadah.

Lainnya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button