Cita rasa dan makna sejarah dibalik nasi kuning tumpeng

- Minggu, 23 Mei 2021 | 14:00 WIB
166834210_741908876472816_1598667205316112968_n
166834210_741908876472816_1598667205316112968_n


Indonesia terkenal akan keanekaragaman ras, suku, bangsa, dan agama. Tiap daerah di Indonesia pastinya memiliki ciri khasnya masing masing, seperti baju adat, lagu daerah, rumah adat, makanan tradisional dan lain lain. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai makanan khas Indonesia yaitu Nasi Kuning Tumpeng. Nasi kuning merupakan makanan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia dan berasal dari Pulau Jawa.





Cerita sejarah di baliknya





Nasi kuning adalah makanan tradisional yang sudah ada dan dikonsumsi sejak dulu, nasi kuning pertama kali muncul di kalangan masyarakat kerajaan Hindu yang ada di tanah Jawa. Masyarakat agama Hindu mempercayai bahwa para dewa banyak yang tinggal di gunung. Oleh karena itu, mereka membuat nasi kuning yang berbentuk tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur dan meminta keselamatan kepada para dewa. Lalu, menurut masyarakat Jawa, warna kuning sendiri melambangkan sebuah emas yang berarti kekayaan, kecukupan serta moral yang luhur.





Meskipun nasi kuning berkembang di kalangan masyarakat agama Hindu, namun seiring berjalannya waktu, kerajaan islam mulai berdiri di tanah Jawa, yang pastinya mempengaruhi makna dari  keberadaan nasi kuning. Masyarakat di Pulau jawa memaknai tumpeng sebagai wujud sukacita dan puji syukur dan memohon keselamatan kepada Tuhan YME.





Oleh karena itu, nasi kuning dalam bentuk tumpeng sering kita jumpai sebagai hidangan pada acara sakral atau perayaan - perayaan tertentu, seperti acara syukuran, ulang tahun, upacara adat, kelahiran, pertunangan, pernikahan, dan lain lain.





Nasi kuning Bali





Menurut masyarakat Bali, nasi kuning mengandung makna yang lain lagi. Warna kuning sebagai salah satu dari empat warna keramat yang menjadi kepercayaan, selain warna hitam, putih, dan merah. Selain itu, nasi kuning kerap dijadikan hidangan saat Upacara Kuningan.

Halaman:

Editor: Herdiana Prasetyaningrum - Kulinear.ID

Tags

Terkini

Pisang aroma, camilan enak dan simpel buat temen ngopi

Sabtu, 18 September 2021 | 08:00 WIB

Menguak berbagai pro kontra pada semangkuk swike nikmat

Sabtu, 18 September 2021 | 06:00 WIB
X