Olahan kentang paling populer, nomor 3 bisa jadi ide jualan

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 18:30 WIB
Ilustrasi kentang. Foto: Liputan6
Ilustrasi kentang. Foto: Liputan6


Kentang yang sering kita jumpai dan kosumsi ternyata menyimpan banyak sejarah di dalamnya. Terlebih, ratusan tahun yang lalu salah satu jenis umbi ini sudah dikenal banyak orang.





Mulanya, tumbuhan ini belum menyebar luas, tempat tumbuhnya juga sangat jarang, karena hanya tumbuh di daerah yang dingin saja. Kemudian merambah ke tempat sedang (subtropis) dan akhirnya sampai ke daerah beriklim panas.





Awalnya, tanaman ini berasal dari lembah-lembah dataran tinggi di Chili, Peru, dan Meksiko. Jenis tersebut diperkenalkan oleh bangsa Spanyol dari Peru ke Eropa sejak tahun 1565. Saat itulah, kentang terus menyebar ke negara-negara lain termasuk Indonesia.





Menurut catatan awal di Indonesia, tumbuhan ini mulai ada semenjak tahun 1794, dimulai dengan penanaman di sekitar Cimahi. saat itu, tumbuhan ini dapat ditemui di Priangan dan Gunung Tengger. Pada tahun 1812, kentang sudah dikenal bahkan dijual di Kedu. Sedangkan, di Sumatra tumbuhan ini dikenal setahun sebelumnya, yaitu tahun 1811.





Tanaman ini dapat tumbuh di pegunungan dengan ketinggian antara 1000 mdpl hingga 2000 mdpl, pada tanah humus. Tanah bekas letusan gunung berapi yang berstruktur remah lebih disukai.

Halaman:

Editor: Perdana Bagaskara - Kulinear.ID

Tags

Terkini

Pisang aroma, camilan enak dan simpel buat temen ngopi

Sabtu, 18 September 2021 | 08:00 WIB

Menguak berbagai pro kontra pada semangkuk swike nikmat

Sabtu, 18 September 2021 | 06:00 WIB
X