Wisata Kuliner Nasi Kebuli Makanan Khas Timur Tengah

- Senin, 30 Agustus 2021 | 16:00 WIB
Ilustrasi nasi kebuli. Foto: Tyahasanah/Cookpad
Ilustrasi nasi kebuli. Foto: Tyahasanah/Cookpad


Perkembangan dunia kuliner seolah tiada habisnya. Beragam menu masakan luar negeri pun dapat dengan mudah kita cicipi tanpa harus pergi mengunjungi negara asal hidangan tersebut. Salah satunya seperti kuliner khas luar negeri yang cukup populer di Indonesia yaitu Nasi kebuli, masakan dari Timur Tengah. Kuliner Arab ini banyak sekali diminati orang Indonesia karena rasanya yang khas dengan rempah yang terasa kuat di lidah. Bahkan sajian nasi ala Timur Tengah pun dibuat gurih dengan cita rasa rempah yang tajam. Para Foodies yang sudah terbiasa dengan masakan-masakan Indonesia yang gurih pastinya juga tak mau ketinggalan untuk mencobanya.





Nasi Kebuli asli Timur Tengah





-
nasi kebuli, foto: pinterest




Kuliner Nasi kebuli adalah hidangan khas Timur Tengah yang berupa nasi berbumbu yang dengan cita rasa gurih. Nasi ini biasanya dimasak terlebih dahulu bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin. Kemudian disajikan dengan daging kambing goreng dan terkadang ditaburi juga dengan irisan kurma, kismis atau bahkan kacang mete. Nasi kebuli memiliki ciri khas rasa dan aroma seperti kari dan aroma kapulaga terasa lebih menonjol. Nasi kebuli hampir mirip dengan nasi briyani , namun nasi briyani berwarna agak kuning dan terasa sedikit rasa pedas dan aroma kunyit..





Sejarah Nasi Kebuli Datang ke Indonesia





Sejarah keberadaan nasi kebuli di tanah air ini merupakan adaptasi dari masakan Timur Tengah yang kemudian dipopulerkan oleh warga Betawi. Awalnya jenis masakan tersebut masuk ke Indonesia berkat orang-orang Kerala, India, yang berprofesi sebagai juru masak di kapal-kapal niaga asal Gujarat. Pada abad ke-18, kaum pendatang dari Hadhramaut, Yaman, masuk ke Pulau Jawa. Sebelum tiba di sana, mereka cukup lama singgah di Gujarat sehingga sempat berinteraksi dengan budaya kuliner setempat. Orang-orang Hadhrami datang ke nusantara dengan niat berdagang dan sekaligus berdakwah. Mereka membawa tidak hanya agama, tetapi juga kultur yang terbilang baru bagi sebagian masyarakat setempat. Oleh karena banyak di antaranya yang hijrah tanpa disertai perempuan, para prianya menikah dengan perempuan lokal sehingga memunculkan suatu perbauran budaya. Dalam konteks kuliner, menurut Gagas dan Deerona, lidah orang keturunan Hadhrami yang sudah menikah dengan perempuan lokal lebih dekat dengan cita rasa Indonesia.





Sebagai penambah selera, kadang-kadang nasi kebuli dilengkapi dengan taburan irisan kurma atau kismis. Dalam kebudayaan Betawi (Jakarta), penyajian nasi kebuli secara besar-besaran biasanya terjadi tiap perayaan hari besar Islam, semisal Idul Fitri, Idul Adha (terutama), atau Maulid Nabi SAW.





Untuk ulasan kuliner inspiratif lainnya, yuk follow Kulinear (TCT)

Halaman:

Editor: Naila Maulida Ibriza - Kulinear.ID

Tags

Terkini

Pisang aroma, camilan enak dan simpel buat temen ngopi

Sabtu, 18 September 2021 | 08:00 WIB

Menguak berbagai pro kontra pada semangkuk swike nikmat

Sabtu, 18 September 2021 | 06:00 WIB
X