Bakmi Jawa dengan Berbagai Sejarahnya

- Minggu, 5 September 2021 | 16:00 WIB
118172085_2746397442266422_457668694939905478_n
118172085_2746397442266422_457668694939905478_n


Mungkin Bakmi bukanlah sesuatu yang istimewa bagi para pemburu kuliner. Namun, makanan ini tidak pernah dilupakan oleh masyarakat karena cita rasanya yang selalu dihati. Sepiring Bakmi sudah menjadi sebuah comfort food  di kalangan generasi sekarang. Pembuatannya yang mudah, harganya yang murah, dan rasanya yang mewah membuat hidangan ini menjadi salah satu list teratas bagi setiap orang. Apalagi bagi anak kos. Beda lagi dengan Bakmi Jawa. Bakmi Jawa adalah makanan khas dari Yogyakarta. Cara pemasakannya direbus menggunakan bumbu khas Jawa yang kaya akan rempah-rempah. Bakmi ini dimasak diatas tungku dan api arang, yang menunjukkan betapa kentalnya budaya jawa. Ciri khas lainnya adalah adanya suwiran ayam kampung dan telur bebek.





Saat ini, kreasi Bakmi Jawa tidak hanya direbus. Ada juga Bakmi Jawa goreng, Bakmi Nyemek, hingga magelangan atau campuran bakmi dengan nasi goreng. Bakmi ini banyak ditemukan di kota-kota lain, selain Yogyakarta loh. Seperti; semarang, solo, purwokerto, karanganyar, kebumen, magelang, dan masih banyak lagi. Tapi, yang pasti kurang sah kalau belum mencoba di daerah asalnya bukan?





-
bakmi jawa, foto: pinterest




Sejarah Bakmi Jawa





Konon katanya, bakmi ini berasal dari china. Semua hal yang berkaitan dengan “mie” berasal dari cina. Ceritanya, Ketika orang-orang Tiongkok datang ke Indonesia, makanan yang selalu mereka bawa adalah mie. Hingga Ketika masuk di Yogyakarta, muncullah istilah “Bakmi Jawa.” Diberi nama tersebut agar bisa dibedakan dengan Bakmi khas Tiongkok. Bukan hanya Namanya yang berbeda, tetapi juga bumbu yang digunakan di dalam Bakmi ini. Bakmi Jawa menggunakan kemiri yang digoreng terlebih dahulu, sedangan Bakmi Tiongkok tidak. Mengingat di Tiongkok masih langkanya rempah-rempah.





Bakmi jawa juga dikenal sebagai simbol budaya bagi Masyarakat Jawa. Dulunya, bakmi selalu dijadikan hidangan utama Ketika merayakan selamatan dan acara adat lainnya. Selain itu, bakmi jawa juga dijadikan sebagai simbol ucapan terimakasih kepada orang-orang yang selalu membantu dalam keadaan duka, seperti kematian. Tradisi tersebut menjadikan bakmi jawa memiliki simbol budaya kental akan kegotong-royongan tiap warga. Dan biasanya, hidangan ini selalu disajikan kepada peziarah, setelah melakukan proses pemakaman.





Untuk merasakan nikmatnya Bakmi Jawa, foodies bisa mulai mencari Ketika senja mulai muncul atau Ketika malam hari. Karena diwaktu tersebutlah para pedagang makanan ini mulai keluar mencari tempat untuk mencari nafkah. Namun, banyak sekali yang merekomendasikan untuk menikmati makanan ini Ketika malam hari. Karena vibes yang dirasakan akan semakin menyejukkan dan menenangkan.

Halaman:

Editor: Naila Maulida Ibriza - Kulinear.ID

Tags

Terkini

Pisang aroma, camilan enak dan simpel buat temen ngopi

Sabtu, 18 September 2021 | 08:00 WIB

Menguak berbagai pro kontra pada semangkuk swike nikmat

Sabtu, 18 September 2021 | 06:00 WIB
X